Wednesday, August 22, 2018

Masih Belum Tau Tentang Sepak Bola ??? 

Baca nihh......
Jump to navigationJump to search

Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan. Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di 200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan memasukan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan terbuka yang berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diizinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan menjadi pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, bergantung pada format penyelenggaraan kejuaraan. Dari sebuah pertandingan resmi, 3 poin diberikan kepada tim pemenang, 0 poin untuk tim yang kalah dan masing-masing 1 poin untuk dua tim yang bermain imbang. Meskipun demikian, pemenang sebuah pertandingan sepak bola dapat dibatalkan sewaktu-waktu atas skandal dan tindakan kriminal yang terbukti di kemudian hari. Sebuah laga sepak bola dapat dimenangkan secara otomatis oleh sebuah tim dengan 3-0 apabila tim lawan sengaja mengundurkan diri dari pertandingan (Walk Out).Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala Dunia setiap empat tahun sekali.

Sejarah Singkat

Sejarah olahraga sepak bola (permainan menendang bola) dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di Tiongkok  Pada masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan peraturan-peraturan dasar dan menjadi sangat digemari oleh banyak kalangan. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah.Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.  olahraga ini juga digemari terutama mulai abad ke-16. 

Posisi Pemain


Kapten tim adalah jabatan seseorang yang terpilih di antara para pemain yang bertugas memimpin dan mengoordinasi para pemain agar bermain secara tim di lapangan. Tanda bahwa pemain sebagai kapten tim adalah atribut ban (armband) yang melingkar pada lengan atas. Pada awal sebuah laga resmi, Kapten dari dua tim menjadi pemain terdepan ketika memasuki area lapangan diikuti kiper dan para pemain lain. Biasanya, seorang Kapten menjadi penendang utama penalti serta sebagai penerima pertama penyerahan piala atau gelar juara sebuah turnamen.Pada dasarnya, satu tim sepak bola terdiri dari 1 orang penjaga gawang, 2-4 orang pemain bertahan, 2-5 orang pemain tengah, dan 1-3 orang penyerang. Penjaga gawang (kiper) adalah satu-satunya pemain dalam sebuah tim yang boleh menggunakan tangan untuk menghalangi bola menuju gawang dari serangan tim lawan Umumnya, penjaga gawang mengenakan pakaian (jersey) yang berbeda dengan pemain lainnya. Pemain bertahan (back) memiliki tugas utama untuk menghalangi dan menutup pergerakan tim lawan. Pemain tengah (gelandang/playmaker) biasanya terdiri dari pemain tengah serang yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang bermain dekat dengan pemain bertahan. Tugas utama pemain tengah adalah mengatur tempo permainan dan menjadi penyokong peran bek dan striker dalam tim. Terdapat pula pemain sayap (winger) yang bertugas di sisi kanan atau kiri lapangan. Penyerang (striker) memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke gawang lawan.
Posisi dasar pemain dapat mengalami modifikasi menjadi berbagai pola atau taktik permainan.Beberapa pola pemain yang sering digunakan dalam berbagai kejuaraan adalah 4-4-2 (paling sering digunakan), 3-4-2-1(kekuatan terletak di bagian tengah lapangan), serta 4-3-3 (formasi klasik dari tahun 1970-an yang sering digunakan oleh sistem total football Belanda dan Jerman Barat).


Lapangan sepak bola.

Lapangan permainan

Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola internasional yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan lebar 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area penalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan penalti atau tidak.

Lama permainan 

Lama permainan sepak bola normal adalah 2 X 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak.  Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2 X 15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time
Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan jika suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan. Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.

Pelanggaran

Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan sesaat dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku.  Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.

Kartu merah
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang , dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti .

Wasit dan petugas pertandingan

Dalam pertandingan profesional, terdapat 4 petugas yang memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit, 2 hakim garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan serta wasit gawang yang berada di pinggir gawang. Wasit memiliki peluit yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di lapangan. Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan warna terang untuk menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside.  Biasanya mereka akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.
Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua waktu yang sempat terhenti selama pertandingan berlangsung dan memberikan info mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak.  Petugas ini juga bertugas memeriksa pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manajer tim dengan wasit. Dalam beberapa pertandingan, teknologi penggunaan video atau penggunaan orang kelima untuk menentukan ketepatan keputusan wasit mulai digunakan. Misalnya yang menentukan apakah suatu bola telah melewati garis atau apakah seorang pemain berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.

Kejuaraan Internasiona


Kompetisi internasional tertua di dunia adalah Copa America yang mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali.  Copa America pertama kali diadakan tahun 1916 dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya membentuk The South American Football Confederation (Conmebol).  Untuk wilayah Amerika Utara, The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football (CONCACAF) menyelenggarakan kompetisi internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF.  Di kawasan Asia, termasuk Australia dan Timor Leste negara-negara yang tergabung dalam Asian Football Confederation (AFC), mengadakan kompetisi internasional pertama tingkat Asia pada tahun 1956 di Hongkong yang disebut Piala Asia. Pada tahun 1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya dengan nama European Nations' Cup yang kemudian disebut sebagai UEFA European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di wilayah Oseania (meliputi Selandia Baru, dan berbagai Kepulauan Pasifik), kompetisi international setiap dua tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania. Untuk wilayah Afrika, kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.

Sepak Bola di Indonesia


Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan "Sepak Bola Kebangsaan", Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat persepak bolaan Indonesia semakin gencar.
Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw. Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).

Sekilas Tentang Om Bj Habibi



Presiden ketiga Republik Indonesia dialah Prof. DR (HC) Ing.DR.SC Mult Bacharuddin Jusuf Habibie dilahiran di Pare-pare, Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapanan bersaudara. Pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.


Masa kecil Habibie bersama saudaranya sejak kanak-kanak Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar,namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 Desember 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang sholat isya.



Tak lama setelah ayahnya meninggal, kemudian ibunya menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie.sepeninggal ayahnya,ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibi. karena kemauan untuk belajar Habibie menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA beliau mulai tampak menonjol prestasinya,terutama dalam pelajaran-pelajaran Ekskta. Habibie menadi sosok favorit di sekolahnya.



Karena kecerdasannya, setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954,beliau masuk ITB (Institut Teknologi Bandung).ia tidak sampai selesai disana,karena beliu mendapat beasiswa dari Menteri Penididikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang. Di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochsehule (RWTH). Ketika sampai di Jerman beliu sudah bertekad untuk sungguh-sungguh di rantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian pada tahun 1959 Di Aachean 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain lebih banyak menggunakan waktu liburan.



Beliau mendapat gelar Diploma Ing dari Technische Hochshule, Jerman tahun 1960dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5. Dengan gelar Insinyur beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot sebuah industri kereta Api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah Wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan.Talbot membutuhkan 1000 Wagon. Mendapat persoalan seperti itu Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada Wagon dan akhirnya pun berhasil.




Kemudian beliau melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technisehe Hochsehule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean. kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yanh kemudian diajak ke Jerman. Kehidupannya makin keras.di pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri ditempat pencucian umum untuk mencuci baju agar menghemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapat gelar DR Ingenieur Summa Cumlaue (Sangat Sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.



Rumus yang ditemukan Habibie dinamai “Faktor Habibie” karena bisa menghitung keretekan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai “Mr Crack”. Pada tahun 1967 menjadi profesor (guru besar) pada Institut Teknologi Bandung dri tempat yang sama tahun 1965 kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga Internasioanl diantaranya, Gesselschaft Fuer Luft Und Raumfahrt (Lembaga penerbangan dan angkasa luar) Jerman. The Royal Aaeronautical Society Lodon (Inggris), The Royal Susedish Academy Of Engineering Sciencess (Swedia).



Langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi,banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya



Di Idonesia, 20 tahun Habibie menjabat Menteri Negara Ristek/kepala BPPT memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Startegis, dipilih MPR menjadi wakil presiden RI dan disumpah oleh ketua Mahkamah Agung menjadi presiden Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945.



Pada tanggal 22 Mei Hasri Ainun Habibie meninggal dirumah sakit LudwigMaximilians Univesitas Klinikum,Muenchen Jerman ia meninggal paa hari sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB. Kepastian meninggalnya Hasri Ainun Habibie dari kepastia dari Alr Mochtor Ngabalin mantan anggota DPR yang itunjuk menjadi wkil keluarga B.J Habibie.



“Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun....... Ibu Ainun Istri saya.ia ikut kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.kalian barang kali sudah biasa hidup terpisah dengan istri,pergi dinas dan istri dirumah. Tapi tidak dengan saya. Saya ini baru tahu bahwa Ibu Ainun mengidap kanker hanya  hari sebelumnya. Tak pernak ada tanda-tanda dan tak perbah ada keluhan keluar dari Ibu.......” papar B.J Habibie



Pada awal Desember 2012 sebuah film yang berjudul “Habibie dan Ainun” dilu ncurkan. Film ini mengangkat kisah nyata tentang romantisme saat renaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka. Film yang diambil dari buku terlaris karya B.J Habbie, film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Fozan Rizal dan Hanung Bramantyo.




Tokoh B.J Habibie memberikan pelajaranyang sangat berharga.Habibie adalah panutan dan menjai kebanggaan banyak orang.begitu sulit hidup yang ia tempuh,hingga ini ia merasakan hasil buah yang ia tanam yaitu “keberhasilan”.keberhasilan yang dapatkan dari hasil kerja kerasnya memberikan gambaran yang positif bagi para saudara dan kerabatnya.



Saturday, August 18, 2018



Kisah Cinta yang Mengundang Tangis : Ketulusan dan Kesetiaan Cinta Zainab sang Putri Nabi




Ia adalah anak sulung dari pemimpin yang paling mulia, ayahnya adalah al-Amin (orang yang terpercaya), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ibunya adalah ath-Thahirah (wanita yang suci) Khadijah radhiallahu’anhu. Di tengah keluarga yang mulia itulah Zainab kecil dibesarkan dan dididik.
Sebagai anak terbesar ia terbiasa membantu meringankan tugas ibunya dalam urusan rumah tangga, dari merawat rumah sampai mengasuh adik-adiknya (Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fathimah radhiallahu’anhunna jami’an. Dari sanalah ia belajar hidup dalam kesabaran dan keteguhan, sampai-sampai Fathimah yang merupakan putri bungsu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap kakaknya Zainab seperti ibu kecilnya.


Pernikahan dan Buah Hati
Sebagai buah dari ketelatenan didikan seorang ibu, maka tak heran bila Zainab menjadi wanita pilihan dan kembang bagi pemuda Quraisy pada masa itu. Ketika usia Zainab menginjak sembilan tahun Abul Ash bin Rabi, putra saudara perempuan Khadijah yang bernama Halah binti Khuwalid, menaruh hati pada Zainab dan bersegera meminta Zainab pada bibinya Khadijah untuk dilamar menjadi istrinya. Maka dengan gembira Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima pinangan Abul ‘Ash.
Maka selang beberapa lama kemudian terlaksanalah pernikahan mereka, dan pindahlah Zainab ke rumah suaminya. Indahnya kehidupan mereka sehingga pertemuan terasa begitu singkat dan perpisahan terasa sangat lama dan melelahkan.

Tak terasa waktu berlalu dan terlahirlah putra pertama yang mereka beri nama Ali dan kemudian menyusul Umamah putri mungil mereka.

Ayahnya Seorang Nabi
Pada suatu ketika, di saat Zainab ditinggal pergi oleh Abul Ash bin Rabi untuk berdagang, tersebarlah di Mekah sebuah kabar bahwa telah muncul seorang nabi yang bernama Muhammad bin Abdullah, yaitu ayah Zainab. Tatkala mendengar kabar itu Zainab segera pergi ke rumah orang tuanya untuk mencari tahu kebenaran berita tersebut. Sesampainya di sana ia pun mendapatkan kabar yang benar dari ibunya yang sangat ia cintai, juga dari pamannya Waroqoh bin Naufal bahwa ayahnya akan menjadi nabi dan terusir dan diperangi oleh kaumnya.

Alangkah senang dan gembiranya Zainab beserta saudaranya mendengar bahwa ayah mereka adalah nabi utusan Allah. Maka segeralah mereka menyatakan keimanan mereka atas kenabian ayah mereka.

Abul Ash Bin Rabi Enggan Masuk Islam
Sepulangnya Abul Ash dari perjalanan dagang, Zainab segera menyampaikan kabar gembira itu kepada suaminya. Dengan penuh semangat ia menceritakan semua yang terjadi dengan harapan akan membuat suaminya tertarik dan masuk Islam. Akan tetapi, sayang tawaran untuk masuk Islam dari istrinya itu ia tolak karena takut dikatakan oleh kaumnya bahwa ia masuk Islam hanya karena ingin mencari keridhaan istrinya. Zainab pun bersedih, namun ia tetap berdoa agar Allah Ta’ala akan membuka hati suaminya untuk beriman pada suatu saat nanti.






Ujian dan Cobaan
Ketika makin keras dan kuat tantangan kaum Quraisy kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta pengikutnya, sebagian orang Quraisy menghasut Abul Ash dan berkata, “Ceraikanlah istrimu wahai Abul Ash! Pulangkan ia rumah ayahnya dan kami akan menikahkanmu dengan wanita mana saja yang engkau sukai dari wanita-wanita Quraisy yang terbaik.” Karena begitu murni dan dalam cinta Abul Ash kepada Zainab, maka ia pun menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan menceraikan istriku, aku tidak ingin menggantinya dengan wanita mana saja di dunia ini.”

Di saat ayah dan keluarganya diembargo, Zainab hanya mampu berdoa untuk keselamatan ayah, ibu, dan keluarga serta saudara-saudara seakidah. Waktu pun berlalu, dan embargo pun selesai, namun ternyata datang musibah baru yang tak kalah beratnya, yaitu wafatnya paman ayahnya, Abu Thalib, yang disusul dengan wafatnya ibu yang sangat ia cintai. Zainab pun dirundung kedukaan, ditambah lagi suami tercinta belum juga luluh hatinya untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Saat itu negeri Mekah terasa sepi bagi Zainab. Ibundanya yang biasa ia jenguk sekarang telah tiada, sementara ayahnya hijrah ke Yatsrib bersama sahabat karib beliau, Abu Bakar, kemudian saudari-saudarinya pun menyusul ke sana.

Tebusan Untuk Abul ‘Ash Bin Rabi’

Perang besar antara kaum muslimin dan musyrikin pun berkecamuk di Badar, dan Abul Ash berada di barisan kaum musyrikin. Zainab menanti kabar dengan gundah gulana. Tak beberapa lama berita pun datang, kaum muslimin memenangi peperangan. Zainab merasa sangat bergembira akan kemenangan ayahnya, tetapi bagaimana dengan suaminya? Abul Ash seperti berita yang ia dengar telah menjadi tawanan kaum muslimin di Yatsrib.

Kaum muslimin meminta tebusan yang sangat mahal untuk para tawanan. Keluarga Abul Ash yang kaya ingin menebusnya, tetapi Zainab ingin ia membayar tebusan untuk suaminya. Maka diutuslah Amr bin Robi saudara laki-laki Abu Ash ke Yatsrib. Sesampai di sana ia menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil memberikan seuntai kalung ia berkata, “Zainab mengutusku untuk mengirimkan ini sebagai tebusan untuk suaminya.” Melihat kalung yang sangat beliau kenal, karena itu adalah pemberian istrinya sebagai hadiah di hari pernikahan Zainab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa tersentuh hatinya, lalu beliau berkata, “Maukah kalian membebaskan Abul Ash untuknya (yaitu Zainab) dan mengembalikan tebusannya?” Para sahabat pun menyetujui. Kemudian Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam membebaskan Abul Ash dengan syarat ia harus melepaskan Zainab dan mengembalikannya kepada beliau, dan Abul Ash pun menyetujui permintaan itu.

Meninggalkan Suami dan Hijrah ke Madinah

Setibanya di Mekah, Abul Ash menyampaikan apa yang menjadi kesepakatan antara ia dan Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Zainab. Mendengar berita itu Zainab merasa berat untuk berpisah dengan suaminya. Tetapi perintah Allah dan Rasul-Nya lebih didahulukan dari segalanya walaupun ia harus mengorbankan cinta dan perasaannya.

Tak lama kemudian datanglah utusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjemput Zainab. Akhirnya, dengan sedih Zainab memberikan ucapan selamat tinggal kepada suaminya, namun ia tetap berharap semoga Allah mempertemukan mereka kembali.

Berangkatlah Zainab yang sedang mengandung belum sempurna empat bulan ke Madinah dengan membawa suka dan dukacita sebab perpisahan dengan ayah janin yang sedang dikandungnya.
Kedukaan belumlah terobati, Allah mentakdirkan kandungan Zainab harus gugur sebab ia dan rombongannya dihadang oleh kaum musyrikin sebelum sampai di Madinah.

Akhirnya Zainab pun sampai di Madinah. Dan tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar cerita Zainab tentang penyebab keguguran janin yang ada di kandungannya beliau pun mengutus gerilyawan dan berkata, “Jika kalian mendapati si fulan dan si fulan, dua orang laki-laki dari kaum Quraisy, maka bunuhlah.”

Munculnya Harapan Baru
Enam tahun sudah perpisahan Zainab dan suaminya berlalu, hingga pada suatu saat Abul Ash bersama kafilah dagang yang sedang dalam perjlanan pulang dari negeri Syam menuju Mekah melewati Madinah dihadang oleh pasukan gerilya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akhirnya, kafilah dagang yang berjumlah lebih kurang 170 orang itu bersama dengan onta-onta mereka yang mencapai seratus ekor ditawan dan digiring ke Madinah. Akan tetapi, Abul Ash dapat meloloskan diri. Ke manakah ia melarikan diri?

Dalam kegelapan malam, dengan sembunyi-sembunyi Abul Ash bin Rabi’ mendatangi rumah Zainab. Zainab pun terkejut menerima kedatangannya dan ia pun menyambutnya dengan baik serta memuliakannya. Ketika Abul Ash bin Rabi meminta kepada Zainab agar mau memberikan perlindungan kepadanya, Zainab pun menyatakan kesediaannya.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya melaksanakan shalat Shubuh terdengarlah suara Zainab berseru, “Wahai kaum muslimin, saya Zainab binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya telah memberikan perlindungan kepada Abul Ash, maka lindungilah ia!” Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat, beliau bertanya kepada para sahabat, “Apakah kalian mendengar apa yang aku dengar?” Para sahabat menjawab, “Benar.” Beliau lalu berkata, “Demi Allah, aku tidak tahu sedikit pun tentang itu sampai aku mendengar apa yang kalian dengar, sesungguhnya semua kaum muslim (sampai yang terendah tingkatannya pun) dapat memberikan perlindungan.”

Kemudian beliau pun menemui Zainab untuk mengetahui kebenaran berita itu, Zainab berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abul Ash adalah kerabat dan anak pamanku, serta anak-anakku, dan aku telah memberikan perlindungan kepadanya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Benar wahai putriku, muliakanlah tempatnya, dan jangan sampai ia berhubungan denganmu, sesungguhnya engkau tidak halal baginya.”

Kemudian para sahabat mengembalikan harta yang telah mereka rampas itu kepada Abul Ash. Dan ketika Abul Ash hendak berangkat ke Mekah, ia berkata kepada Zainab, “Mereka (yaitu para sahabat) telah menawarkan keapdaku untuk masuk Islam, tetapi aku menolak sambil kukatakan, ‘Sungguh buruk diriku memulai agama baruku dengan pengkhianatan.’”

Mendengar ucapan terakhir Abul Ash tersebut terasa berdebar jantung Zainab, seakan-akan ia melihat di balik apa yang ia ucapkan ada cahaya dan harapan yang semoga saja dapat menerangi hatinya yang masih gelap dengan kekufuran.



Abul Ash Masuk Islam
Sesampai di Mekah Abul Ash memberikan harta-harta yang diamanahkan kepadanya kepada pemiliknya, kemudian ia berseru, “Wahai kaum Quraisy, apakah ada di antara kalian yang hartanya belum aku kembalikan?” Mereka menjawab, “Tidak ada, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, kami telah mendapatimu sebagai orang yang memegang amanah dan mulia.”

Lalu Abul Ash berkata, “Jika aku telah mengembalikan hak-hak kalian maka sekarang aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah! Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk masuk Islam sewaktu bersama Muhammad di Madinah kecuali aku takut kalian mengira bahwa aku ingin memakan harta kalian, tetapi setelah aku mengembalikan harta itu kepada kalian, dan sekarang aku telah melepaskan tanggunganku, maka aku masuk Islam.”

Berkumpul Kembali
Setelah itu ia kembali lagi ke Madinah untuk berkumpul kembali dengan Zainab yang telah lama menantinya dengan sabar. Di Madinah ia disambut oleh kaum muslimin dengan gembira, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengembalikan Zainab kepadanya, dan mereka berkumpul dan bersatu kembali dalam kebahagiaan bahkan lebih baik dari sebelumnya karena kali ini mereka dikumpulkan dalam agama tauhid. Namun kebahagiaan ini ternyata tidak lama dinikmati berdua dibanding masa sulit dan penuh kesabaran yang mereka harus jalani.

Perpisahan Untuk Selamanya
Waktu berlalu tanpa terasa, genap setahun Zainab berkumpul kembali dengan suaminya. Zainab sang Mujahidah, wanita penyabar, dan tegar itu telah kembali menghadap Sang Khaliq setelah berjuang menghadapi penyakit yang dideritakan semenjak keguguran kandungannya di tengah pada sahara. Zainab meninggal dalam usia relatif muda, 30 tahun, namun begitu dewasanya sikap dan ketabahannya yang patut diteladani oleh para remaja muslimah yang datang sesudahnya.

Kepergian Zainab meninggalkan Abul Ash seorang diri mengenang masa-masa indah yang telah mereka lewati bersama dalam suka dan duka, hanya dua buah hati mereka Ali dan Umamah yang kini menjadi pelipur lara.

Kedukaan pun menimpa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kepergian Zainab membuat beliau sangat berduka dan bersedih, membuat kesedihan yang lama terkenang kembali yaitu ketika melepas kepergian istrinya, Khadijah dan putri keduanya, Ruqayyah. Beliau pernah bersabda tentang Zainab, putri sulungnya ini, “Dia adalah putri terbaikku, ia dirundung musibah disebabkan olehku.”

Begitulah kehidupan seorang muslimah sejati, sebagai seorang anak, istri, dan ibu yang senantiasa patut diteladani. Seorang wanita sederhana dan bersahaja, tak pernah lena karena kedudukan ayahnya yang mulia. Wanita yang tak pernah menyerah dan berputus asa, di dalam jiwanya terdapat kebesaran dan keagungan yang mengalir dari ayahnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Semoga Allah meridhai dan merohmati Zainab. Amin


Friday, August 10, 2018


Belajar Dari Kisah Cinta Fatimah Az Zahra dan Ali Bin Abu Thalib

Inilah kisahcinta suci antara Ali bin Abi thalib dan Fatimah Az-Zahra. Cinta sahabatAli bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra memang luar biasa indah, cinta yangselalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun expresi. Hinggaakhirnya Allah menyatukan mereka dalam sebuah ikatan suci pernikahan.
Konon karena saking teramatrahasianya setan saja tidak tahu urusan cinta diantara keduanya. Sudahlama Ali terpesona dan jatuh hati pada Fatimah, ia pernah tertohok dua kalisaat Abu Bakar dan Ummar melamar fatimah. Sementara dirinya belum siap untukmelakukannya.

Namun kesabaran beliau berbuah manis, lamaran kedua orang sahabat yang sudahtidak diragukan lagi keshalihannya tersebut ternyata ditolak olehRasulullah. Hingga akhirnya Ali memberanikan diri, dan ternyata lamarannyayang mesti hanya bermodal baju besi diterima oleh Rasulullah.

Di sisi lain, Fatimah ternyata juga sudah lama memendam cintanya kepada Ali.Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah,Fatimah berkata kepada Ali,
"Maafkan aku, karena sebelummenikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorangpemuda dan aku ingin menikah dengannya",

Ali pun bertanya mengapa ia tak mahu menikahdengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya.

Sambil tersenyum Fatimah Az-Zahra menjawab, "Pemudaitu adalah dirimu".

Decetitakan, Ali Bin Abi talib waktu itu ingin melamar Fatimah, putri nabiMuhammad SAW. Tapi karena dia tidak mempunyai uang untuk membeli mahar, maka iamembatalkan niat itu. Ali segera berhijrah untuk bekerja dan mengumpulkan uang.Pada saat Ali sedang bekerja keras, ia mendengar khabar kalau Abu Bakarternyata melamar Fatimah. Wah, bagaimana agaknya perasaan Ali, wanita yangsudah dia inginkan dilamar oleh seseorang yang ilmu agama nya lebih hebat daridia. Tetapii Ali tetap bekerja dengan giat.

Lalu setelah beberapa lama Ali mendengar kabar kalau lamaran Abu Bakar kepadaFatimah ditolak. Ali terpegun dan sedikit bergembira tentunya, kata Ali “waah, saya masih punya kesempatan ”. Setelah mendengarkhabar itu, Ali bekerja lebih giat lagi agar cepat mengumpulkan uang dan segeramelamar Fatimah. Tapi tak lama setelah itu, Ali mendengar khabar kalau Umar BinKhatab melamar Fatimah. Wah, sekali lagi Ali mendahulukan orang lain, bagaimanaperasaanya? Tapi tak berapa lama Ali mendengar kalau lamaran Umar bin Khatabditolak. betapa senangnya Ali, mendengar kabar itu.

Tapi tak lama kesenangan itu kembali pudar Karena terdengar khabar lagi,ternyata Usman bin Affan melamar Fatimah. ini sudah yang ketiga kalinya, kataAli “mungkin kali ini diterima. Kalaulah Usmantidak melamar Fatimah secepat ini, InsyaAllah tidak lama lagi saya akan melamarFatimah, tapi , apa hendak dikata , adakah mahu mengalah?".

Dan sekali lagi, tidak berapa lama dari itu, khabar ditolaknya lamaran Usmanbin Affan pun terdengar lagi, betapa bahagianya Ali. Semangat Ali untuk melamarFatimah pun berkobar lagi, dan semangat itu didukung oleh sahabat-sahabat Ali.Kata sahabat nya “pergilah Ali, lamar Fatimahsekarang, tunggu apa lagi?? kamu kan sudah bekerja keras selama ini, kamu jugasudah mengumpulkan harta dan cukup untuk membeli mahar. tunggu apa lagi???Tunggu yang ke4 kalinya??? baik cepat!!!”

Dengan segera Ali memeberanikan diri untuk menghadap ke Nabi Muhammad S.W.Tdengan tujuan melamar Fatimah, dan sahabat-sahabat tau??? LAMARANNYADITERIMA!!! (wuhuu )

Oh rupanya : ternyata memang dari dulu Fatimah az-Zahra sudah mempunyaiperasaan dengan Ali dan menunggu Ali untuk melamarnya. Begitu juga dengan Ali,dari dulu dia juga sudah mempunyai perasaan dengan Fatimah az-Zahra,. Tapimereka berdua sabar menyembunyikan perasaan itu sampai saat nya tiba, sampaisaatnya ijab Kabul disahkan . Wah..wah.. mereka hebat yaaa (harus kita contohi,sahabat-sahabat ). Walaupun Ali sudah merasakan kekecewaan 3 kali mendahulukanorang lain, akhirnya kekecewaan itu terbayar juga.

Yup, sekali lagi, kata-kata ini pasti akan muncul dalam benak sahabat-sahabat>>> “Jodoh memang tidak kemana”,daricerita itu, lebih memperjelas lagi kan bahwa “Cintaitu, mengambil kesempatan , atau mempersilakan yang lain”

Cinta adalah hal fitrah yang tentu saja dimiliki oleh setiap orang,namunbagaimanakah membingkai perasaan tersebut agar bukan Cinta yang mengendalikanDiri kita, Tetapi Diri kita yang mengendalikan Cinta. Mungkin cukup sulitmenemukan teladan dalam hal tersebut disekitar kita saat ini.  Walaupunbukan tidak ada.. barangkali, kita saja yang tidak mengetahuinya. Daninilah kisah dari Khalifah ke-4, Suami dari Putri kesayangan Rasulullah tentangmembingkai perasaan dan Bertanggung jawab akan perasaan tersebut “Bukan janj-janji”



Dan ’Ali punmenikahi Fathimah.
Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingindisumbangkan sahabat2nya tapi Nabi berkeras agar ia membayar bakinya, Ituhutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr,’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah.

Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentlemansejati.,“Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilahjalan cinta para pejuang.

Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengantanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untukmenanti. Seperti ’Ali.

Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalahpengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan ternyata tak kurangjuga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayatdikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkatakepada ‘Ali,

“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu.Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapaengkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karenapemuda itu adalah Dirimu”

Dalam riwayat lain diceritakan seperti ini:
Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah,Fatimah berkata kepada Ali:

Fatimah : “Wahai suamiku Ali, aku telah halalbagimu, aku pun sangat bersyukur kepada Allah karena ayahku memilihkan akusuami yang tampan, sholeh, cerdas dan baik sepertimu”.

Ali : “Aku pun begitu wahai Fatimahku sayang,aku sangat bersyukur kepada Allah akhirnya cintaku padamu yang telah lamakupendam telah menjadi halal dengan ikatansuci pernikahanku denganmu.”

Fatimah : (berkata dengan lembut) “Wahaisuamiku, bolehkah aku berkata jujur padamu? karena aku ingin terjalinkomunikasi yang baik diantara kita dan kelanjutan rumah tanggakita”.

Ali : “Tentu saja istriku, silahkan, aku akanmendengarkanmu…”.

Fatimah : “Wahai Ali suamiku, maafkan aku,tahukah engkau bahwa sesungguhnya sebelum aku menikah denganmu, aku telah lamamengagumi dan memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, dan aku merasa pemudaitu pun memendam rasa cintanya untukku. Namun akhirnya ayahku menikahkan akudenganmu. Sekarang aku adalah istrimu, kau adalah imamku maka aku pun ikhlasmelayanimu, mendampingimu, mematuhimu dan menaatimu, marilah kita berduabersama-sama membangun keluarga yang diridhoi Allah”

Sungguh bahagianya Ali mendengar pernyataan Fatimah yang siap mengarungibahtera kehidupan bersama, suatu pernyataan yang sangat jujur dan tulus darihati perempuan sholehah. Tapi Ali juga terkejut dan agak sedih ketikamengetahui bahwa sebelum menikah dengannya ternyata Fatimah telah memendamperasaan kepada seorang pemuda. Ali merasa agak sedih karena sepertinya Fatimahmenikah dengannya karena permintaan Rasul yang tak lain adalah ayahnya Fatimah,Ali kagum dengan Fatimah yang mau merelakan perasaannya demi taat dan berbaktikepada orang tuanya yaitu Rasul dan mau menjadi istri Ali dengan ikhlas.

Namun Ali memang sungguh pemuda yang sangat baik hati, ia memang sangat bahagiasekali telah menjadi suami Fatimah, tapi karena rasa cintanya karena Allah yangsangat tulus kepada Fatimah, hati Ali pun merasa agak bersalah jika hatiFatimah terluka, karena Ali sangat tahu bagaimana rasanya menderita karenacinta. Dan sekarang Fatimah sedang merasakannya. Ali bingung ingin berkata apa,perasaan didalam hatinya bercampur aduk. Di satu sisi ia sangat bahagia telahmenikah dengan Fatimah, dan Fatimah pun telah ikhlas menjadi istrinya. Tapidisisi lain Ali tahu bahwa hati Fatimah sedang terluka. Ali pun terdiamsejenak, ia tak menanggapi pernyataan Fatimah.

Fatimah pun lalu berkata, “Wahai Ali suamikusayang, Astagfirullah maafkan aku. Aku tak ada maksud ingin menyakitimu, demiAllah aku hanya ingin jujur padamu, saat ini kaulah pemilik cintaku, raja yangmenguasai hatiku.”.
Ali masih saja terdiam, bahkan Ali mengalihkan pandangannya dari wajah Fatimahyang cantik itu.

Melihat sikap Ali, Fatimah pun berkata sambil merayu Ali, “Wahai suamiku Ali, tak usah lah kau pikirkankata-kataku itu, marilah kita berdua nikmati malam indah kita ini. Ayolahsayang, aku menantimu 
Ali”.






Ali tetap saja terdiam dan tidak terlalu menghiraukan rayuan Fatimah, tiba-tibaAli pun berkata, “Fatimah, kau tahu bahwa akusangat mencintaimu, kau pun tahu betapa aku berjuang memendam rasa cintaku demiuntuk ikatan suci bersamamu, kau pun juga tahu betapa bahagianya kau telahmenjadi istriku. Tapi Fatimah, tahukah engkau saat ini aku juga sedih karenamengetahui hatimu sedang terluka. Sungguh aku tak ingin orang yang kucintaitersakiti, aku bisa merasa bersalah jika seandainya kau menikahiku bukan karenakau sungguh-sungguh cinta kepadaku. Walupun aku tahu lambat laun pasti kau akansangat sungguh-sungguh mencintaiku. Tapi aku tak ingin melihatmu sakit sampaiakhirnya kau mencintaiku.”.

Fatimah pun tersenyum mendengar kata-kata Ali, Ali diam sesaat sambil merenung,tak terasa mata Ali pun mulai keluar air mata, lalu dengan sangat tulus Aliberkata lagi, “Wahai Fatimah, aku sudahmenikahimu tapi aku belum menyentuh sedikit pun dari dirimu, kau masih suci.Aku rela menceraikanmu malam ini agar kau bisa menikah dengan pemuda yang kaucintai itu, aku akan ikhlas, lagi pula pemuda itu juga mencintaimu. Jadi akutak akan khawatir ia akan menyakitimu. Aku tak ingin cintaku padamu hanyabertepuk sebelah tangan, sungguh aku sangat mencintaimu, demi Allah aku takingin kau terluka… Menikahlah dengannya, aku rela”.

Fatimah juga meneteskan airmata sambil tersenyum menatap Ali, Fatimah sangatkagum dengan ketulusan cinta Ali kepadanya, ketika itu juga Fatimah inginberkata kepada Ali, tapi Ali memotong dan berkata, “TapiFatimah, sebelum aku menceraikanmu, bolehkah aku tahu siapa pemuda yang kaupendam rasa cintanya itu?, aku berjanji tak akan meminta apapun lagidarimu,namun izinkanlah aku mengetahui nama pemuda itu.”

Airmata Fatimah mengalir semakin deras, Fatimah tak kuat lagi membendung rasabahagianya dan Fatimah langsung memeluk Ali dengan erat. Lalu Fatimah punberkata dengan tersedu-sedu,“Wahai Ali, demiAllah aku sangat mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu karenaAllah."

Berkali-kali Fatimah mengulang kata-katanya. Setelah emosinya bisa terkontrol,Fatimah pun berkata kepada Ali, “Wahai Ali,Awalnya aku ingin tertawa dan menahan tawa sejak melihat sikapmu setelah akumengatakan bahwa sebenarnya aku memendam rasa cinta kepada seorang pemudasebelum menikah denganmu, aku hanya ingin menggodamu, sudah lama aku ingin bisabercanda mesra bersamamu. Tapi kau malah membuatku menangis bahagia. Apakah kautahu sebenarnya pemuda itu sudah menikah”.

Ali menjadi bingung, Ali pun berkata dengan selembut mungkin, walaupun ia kesaldengan ulah Fatimah kepadanya ”Apa maksudmuwahai Fatimah? Kau bilang padaku bahwa kau memendam rasa cinta kepada seorangpemuda, tapi kau malah kau bilang sangat mencintaiku, dan kau juga bilang ingintertawa melihat sikapku, apakah kau ingin mempermainkan aku Fatimah?, sudahlahtolong sebut siapa nama pemuda itu? Mengapa kau mengharapkannya walaupun diasudah menikah?”.

Fatimah pun kembali memeluk Ali dengan erat, tapi kali ini dengan dekapan yangmesra. Lalu menjawab pertanyaan Ali dengan manja,“Ali sayang, kau benar seperti yang kukatakan bahwa aku memang telah memendamrasa cintaku itu, aku memendamnya bertahun-tahun, sudah sejak lama aku inginmengungkapkannya, tapi aku terlalu takut, aku tak ingin menodai anugerah cintayang Allah berikan ini, aku pun tahu bagaimana beratnya memendam rasa cintaapalagi dahulu aku sering bertemu dengannya. Hatiku bergetar bila ku bertemudengannya. Kau juga benar wahai Ali cintaku, ia memang sudah menikah. Tapitahukah engkau wahai sayangku, pada malam pertama pernikahannya ia malah dibuatmenangis dan kesal oleh perempuan yang baru dinikahinya”

Ali pun masih agak bingung, tapi Fatimah segera melanjutkan kata-katanya dengannada yang semakin menggoda Ali, ”Kau ingin tahusiapa pemuda itu? Baiklah akan kuberi tahu. Sekarang ia berada disisiku, akusedang memeluk mesra pemuda itu, tapi kok dia diam saja ya, padahal akumemeluknya sangat erat dan berkata-kata manja padanya, aku sangat mencintainyadan aku pun sangat bahagia ternyata memang dugaanku benar, ia juga sangatmencintaiku…”
Ali berkata kepada Fatimah, “Jadi maksudmu…???”

Fatimah pun berkata, “Ya wahai cintaku, kaubenar, pemuda itu bernama Ali bin Abi Thalib sang pujaan hatiku”.

Subhanallah, Betapa Indahnya Kisah Cinta antara Ali Bin Abi Thalib Dan FatimahAz-Zahra. Maha Suci Allah, Dialah yang mengatur segalanya. Dialah yang telahmengatur jodoh, rezeki, pertemuan, dan maut dari setiap insan di Dunia.



Ayahanda yang penyayang terus merenung puterinya dengan pandangan kasih sayang,"Puteriku, maukah engkau kuajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apayang kau pinta itu?"

"Tentu sekali ya Rasulullah," jawab Siti Fatimah kegirangan.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Jibril telah mengajarku beberapa kalimah.Setiap kali selesai sembahyang, hendaklah membaca 'Subhanallah' sepuluh kali,'Alhamdulillah' sepuluh kali dan 'Allahu Akbar' sepuluh kali. Kemudian ketikahendak tidur baca 'Subhanallah', 'Alhamdulillah' dan 'Allahu Akbar' inisebanyak tiga puluh tiga kali."

Ternyata amalan itu telah memberi kesan kepada Siti Fatimah. Semua kerja rumahdapat dilaksanakan dengan mudah dan sempurna meskipun tanpa pembantu rumah.

Itulah hadiah istimewa dari Allah buat hamba-hamba yang hatinya sentiasamengingatiNya.

Cerita ini adalah dikisahkan menurut penceritaan yang mudah untukdifahami,insyaAllah tegurlah ana jika ada yang tidak benar...

"Jika kamu memelihara dirimu daripada sesuatu perkara yang haram keranaallah diatas wanita kesukaanmu kerana banyak bersabar , insyaAllah hanya denganizin Allah akan menghalalkannya kepada mu atas kesabaranmu kerana Allah"


                            ISI KULTUM USTADZ HANAN ATAQI    Assalamu'alaikum  warahmatullahiwabarakatuh..... Innal hamda li...